Analisis Kesalahan Morfologi Bahasa Indonesia dalam Surat Kabar Radar Majalengka Edisi 16 dan 25 APRIL 2016.


ANALISIS ARTIKEL MORFOLOGI
FARIDHATUN NIKMAH (163151033)
1.      Judul
Analisis Kesalahan Morfologi Bahasa Indonesia dalam Surat Kabar Radar Majalengka Edisi 16 dan 25 APRIL 2016.
2.      Penulis
Deden Sutrisna
3.      Metode
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode tahap pertamadengan cara pengambilan data dari sumber data. Tahap kedua dengan cara mengumpulkan data yang ada dengan simak dan teknik catat.
4.      Isu
kesalahan morfologi, surat kabar, bentuk kata, teknik simak, teknik catat  
5.      Hasil penelitian
Sutrisna (2017) Dalam hal ini penulis menemukan adanya kesalahan  artikel Organda Tunggu SK dari Pemda. Pada paragraf  ke-2, ke-3, ke-5 dan ke-7. Demikian pula terdapat kesalahan yang ditemukan pada artikel Masa Tanam Kedua Lebih Awal, yaitu pada paragraf ke-1, ke-2, ke-4, ke -7 anatara lain:
1.      Analisis Kesalahan Pada Artikel Organda Tunggu SK dari Pemda
Berikut ini adalah analisis artikel Organda Tunggu SK dari Pemda yang akan dibahas setiap paragraf. Analisis Organda Tunggu SK dari Pemerintah 
Paragraf ke-2 : “Namun hingga beberapa pecan pihaknya belum tahu kapan regulasi resmi dari pemerintah terkait penyesuaian tarif bakal diterbitkan.”
Analisis Kesalahan : Kata pecan sebaiknya diganti dengan kata pekan. Merupakan gejala kesalahan penulisan kata dasar.
Pembetulan :  “Namun hingga beberapa pekan pihaknya belum tahu kapan regulasi resmi dari pemerintah terkait penyesuaian tarif bakal diterbitkan.” 
Paragraf ke-3 : “Mobil angkutan umum lainnya yang berkaitan dengan Organda Majalengka. Tapi dari dinasnya minta dipenting menunggu pengajuan SK ke Pemda.” Analisis kesalahan : kata hubung tapi sebaiknya diganti dengan tetapi dan kata hubung itu tempatnya tidak berada diawal kalimat, tetapi ditengah kalimat sebagai penghubung antara satu kalimat dengan kalimat lainnya. Merupakan gejala konjungsi. Pembetulan : “Mobil angkutan umum lainnya yang berkaitan dengan Organda Majalengka, tetapi dari dinasnya minta dipenting menunggu pengajuan SK ke Pemda.” 
Paragraf ke-5 : “Sehingga yang terjadi di lapangan berjalan alami, para sopir maupun  penumpang mengambil kesepakatan yang tidak tertulis [...] Analisis  Kesalahan : Penggunaan konjungsi maupun dalam kata diatas merupakan konjungsi yang menghubungkan dua frasa yang memiliki status sintaksis yang sama yang harusnya sebelum kata para sopir itu dituliskan kata baik, karena merupakan konjungsi korelatif. Merupakan gejala konjungsi. Pembetulan : “Sehingga yang terjadi di lapangan berjalan alami, baik para sopir maupun penumpang mengambil kesepakatan yang tidak tertulis [...] 
Paragraf ke-7 : “Namun untuk yang penumpang jarak dekat , nilai kenaikannya antara Rp 200-, hingga Rp 500-, .” Analisis : Kesalahan : terdapat kesalahan dalam penulisan bilangan rupiah. Seharusnya penulisan lambang ‘Rp’ ditulis tanpa spasi dan dibelakang angka harus ada bilangan 00 sebagai petunjuk bilangan rupiah. Pembetulan : “Namun untuk yang menumpang jarak dekat , nilai kenaikannya antara Rp200,00. hingga Rp500,00.” 
2. Analisis Kesalahan Pada Artikel Masa Tanam Kedua Lebih Awal Berikut ini adalah analisis artikel Masa Tanam Kedua Lebih Awal yang akan dibahas setiap paragraf. Analisis MasaTanam Kedua Lebih Awal 
Paragraf ke – 1 : “Sebagian besar areal pesawahan di kawasan dataran rendah baru melaksanakan panen dari masa tanam pertama di musim hujan tahun ini.” Analisis  kesalahan : Penggunaan imbuhan pe-an pada kata pesawahan kurang tepat harusnya imbuhan yang digunakan ialah per-an karena bermaksud menyatakan deretan sawah yang banyak harusnya diganti manjadi persawahan. Merupakan gejala afiksasi yaitu konfiks.
Pembetulan : “Sebagian besar areal persawahan di kawasan dataran rendah baru melaksanakan panen dari masa tanam pertama di musim hujan tahun ini.” 
Paragraf ke-2  “Bahkan ada sebagian lahan persawahan yang sudah menebar benih, “ Analisis  Kesalahan : Kata menebar disana seharusnya bukan diarahkan pada benda yang tidak bernyawa (persawahan) dalam artian imbuhan me pada kata tebar harus diganti dengan menggunakan di jadi ditebar . merupakan gejala preposisi. Pembetulan : ““Bahkan ada sebagian lahan persawahan yang sudah ditebar benih, “ 
Paragraf ke-4 : “Alhamdulillah, di sini sih memang nggak terlalu dipengaruhi musim hujan.” Analisis : kesalahan  : Kata nggak seharusnya diganti dengan kata tidak karena bukan merupakan kata dasar yang baku tetapi merupakan pemendekan dari kata tidak. Merupakan gejala abreviasi. Pembetulan : “Alhamdulillah, di sini sih memang tidak terlalu dipengaruhi musim hujan.” 
Paragraf ke-7 : “Kalau sawah yang diisi emang sudah masuk masa tanam kedua.” Kesalahan : Kata emang sebaiknya diganti dengan menggunakan kata memang. Merupakan gejala abreviasi. Pembetulan :  “Kalau sawah yang diisi memang sudah masuk masa tanam kedua.” 
Paragraf ke-7 : “Ada yang sudah duluan memulai tanam karena memang pasokan airnya sudah cukup [...]” Analisis : Kesalahan : Kata tanam seharusnya diganti dengan kata penanaman, karena tanam masih ambigu dan harus dilekatkan bersama afiks : konfiks pean karena merupakan kegiatan/proses. Merupakan gejala afiksasi yaitu konfiks. Pembetulan : ““Ada yang sudah duluan memulai penanaman karena memang pasokan airnya sudah cukup [...]”  


DAFTAR PUSTAKA

 

2016, A. K. (2017). Deden Sutrisna . Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia .




Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Ayat-ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy

Menemukan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Drama Cipoa Karya Putu Wijaya

KESALAHAN EJAAN DAN PENULISAN BAHASA INDONESIA Se-Solo Raya