REVIEW NOVEL KEHIDUPAN LIAR


REVIEW NOVEL

REVIEW NOVEL 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3czGtFsEZS1rQG7JRDv2jhHQZNN3QbDeDe3cPmh_6GZvRX4pgRFZqTjFe0nmECs25ZTPcO_YaEX5QR8TZr9ji6nI5cn5P8lz2CW3x3SlAf_k0wz1K94BrODyNv5NdiZp4QrpyNHPTlhI/s320/tornier.jpg

Judul Buku                  : Kehidupan Liar
Penulis                         : Michel Tournier
Penerjemah                  : Ida Sundari Husein
Penerbit                       : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan                       :  Pertama, November 2016
Tebal Halaman            :  135 halaman
Genre                          : Fiksi Klasik
ISBN                           : 978-602-424-141-1

Kisah ini berawal saat Robinson  menghindari  peperangan. Akhirnya, Ia pun memutuskan untuk pergi dan menaiki kapal untuk mengaruhi samudra pasifik. Dia pergi bersama anjingnya bernama team. Ia pun terdampar di suatu pulau terpencil yang tidak ada penghuninya. Robinson menamai pulau itu Speranza. Setiap hari Robinson selalu berharap ada orang yang mengunjungi pulau Speranza. Hampir beberapa lamapun dia tidak menemukan seseorang di situ. Akhirnya, Robinson mulai membuat revolusi baru untuk bertahan hidup dengan cara membuat kapal. Setelah kapal itu jadi Robinson kesulitan mendorong kapalnya menuju ke laut. Ketika kapal itu tidak bisa di dorong Robinson pun memutuskan untuk membangun rumah dari bangunan gua. Ketika ia masuk di dalam gua Robinson pun melihat ada cahaya putih sehingga membuatnya terhipnotis selama tiga hari. Kemudian Robinson sadar bahwa dia harus berjuang untuk hidup dan tidak boleh malas dalam bekerja. Pertama ia memulai hidupnya dengan membangun perkebunan gandum dan menulis biografinya selama di hutan. Kedua membuat peta geografis pulau Speranza. Ia pun juga membuat Undang-undang, yaitu pasal pertama dia menjadikan dirinya sebagai Gubernur. Kedua, tidak boleh ada kebebasan dalam berpikir. Ketiga, hari Jumat adalah hari untuk ibadah dan puasa. Keempat, hari Sabtu dan Minggu adalah hari libur. Di dalam hutan dia tidak memiliki teman sama sekali hanya hewan-hewan dan tumbuhan sebagai temannya.
Saat Robinson ingin mempertahankan bahasanya yaitu bahasa Inggris. Dia saat bicara kepada siapapun tetap menggunakan bahasa Inggris. Karena ia tidak ingin bahasa yang dimilikinya mati. Ketika Robinson jalan-jalan di tengah hutan Ia menemukan suku India yang sedang melaksanakan ritual pembakaran manusia secara hidup. Mereka mengakui dengan adanya ritual tersebut sebagai penolakan musibah. Oleh karena itu dia harus membunuh salah satu anggotanya. Robinson pun berusaha untuk menolongnya dengan menembaki. Kemudian orang yang dibunuhnya lolos dan menjadikannya sebagai teman dan menamainya dengan Vendredi. Di sitilah Vendredi mulai membangun pembaruan besar, Vendredi menjadikan dirinya sebagai asisten dan melayani Robinson dengan sebaik mungkin.
Suatu hari Vendredi bertarung dengan raja kambing untuk mendapatkan Anda. Anda adalah salah satu anak dari raja kambing. Pertarungan pertama di menangkan oleh raja kambing hingga membuat bahu Vendredi patah Anda pun merawat Vendredi sampai sembuh. Setelah sembuh Vendredi pun ingin membalas kekalahannya dengan raja kambing, akhirnya pertarungan kedua dimenangkan oleh Vendredi dan raja kambing pun mati.
Tidak terasa Robinson tinggal di hutan sudah hampir 28 tahun dan tidak berkomunikasi dengan siapapun. Bahkan ia tidak merasa tua. Hal tersebut dipengaruhi oleh cara makan. Karena cara makan yang dilakukan Robinson di hutan tanpa campuran bahan kimia apapun.
Setelah beberapa tahun hutan tersebut tidak dikunjungi ada Jendral masuk ke hutan dan menemukan koin, jendral tersebut merusak hutan dan mengajak Robinson dan Vendredi
Masuk ke kapal. Ia pun menceritakan kehidupannya selama di hutan. Kemudian mereka pun diam-diam pergi karena mereka merasa tidak nyaman dengan jendral tersebut. Di tengah perjalan ia bertemu dengan anak kecil dan menamainya dengan sebutan dimensi. Ketika pemikiran mereka sudah tidak sejalan Robinson dan Vendredi pun pisah. Namun, dimensi ingin hidup bersama Robinson. Karena ia sudah merasa nyaman dengannya.
Novel ini menceritakan tentang seseorang yang berlayar untuk menghindari peperang dan mengarungi samudra pasifik. Ia bernama Robinson. Pada saat mengarungi samudra ia pun terdampar di pulau terpencil yang di dalamnya tidak ada penghuni sama sekali. Ia pun berharap ada seseorang yang datang dan mengajaknya untuk pulang. Setelah menunggu lama ia pun tidak menemukan ada orang yang datang mengunjungi pulau tersebut. Akhirnya, ia memutuskan untuk membuat revolusi baru untuk bertahan hidup di pulau Speranza dengan mendirikan bangunan rumah yang terbuat dari goa. Saat ia masuk goa dia merasa ada cahaya putih hingga ia pun tidak sadar selama tiga hari. Hal tersebut, menjadikannya sadar bahwa saat kita hidup maka kita harus bekerja keras dan tidak boleh malas bekerja. Dari situlah ia mulai bekerja keras dengan membuat perkebunan gandum, menulis  biografinya selama di hutan, dan membuat peta geografis pulau Spanzer.
Saat ia jalan-jalan di hutan ia pun bertemu dengan suku India yang sedang melaksanakan ritual pembakaran manusia secara hidup. Mereka menganggap adanya ritual tersebut menjauhkan dari bahaya. Robinson pun memiliki keinginan untuk menyelamatkannya dengan cara menembakinya, dan akhirnya ia bebas. Robinson menganggapnya sebagai teman dan menamainya Vendredi. Vendredi pun merasa berterima kasih denga Robinson yang telah menyelamatkan dirinya. Ia pun membalas budi Robinson dengan cara menjadi asistennya dan melayani semua kebutuhan Robinson. Namun, di tengah perjalanan pemikiran mereka pun tidak sejalan dan memutuskan untuk berpisah sesuai dengan keinginan dan tujuannya sendiri.
Novel kehidupan liar ini memiliki banyak kelebihan, yaitu mengajarkan pembaca untuk menjalani hidupnya dengan bekerja keras dan saling tolong menolong antar sesama. Selain itu, mengajak pembaca berpikir lebih dalam untuk  mempertahankan bahasa negaranya. Kelemahan dalam novel tersebut penulis tidak menceritakan secara detail awal dari cerita tersebut sehingga membuat pembaca bingung dengan kejadian awalnya.











Comments

Popular posts from this blog

Review Novel Ayat-ayat Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy

Menemukan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Drama Cipoa Karya Putu Wijaya

KESALAHAN EJAAN DAN PENULISAN BAHASA INDONESIA Se-Solo Raya